Putin: Serangan Ekonomi Barat Gagal Purukkan Rusia


Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa negara-negara Barat telah gagal dalam upaya mereka untuk mengacaukan ekonomi Rusia melalui rentetan sanksi. Serangan kilat (blitzkrieg) ekonomi terhadap Rusia disebutnyatak berhasil merusak ekonomi negara tersebut. 

"Berkattindakan bank sentral kita, berkat tindakan yang diambil tepat waktu oleh pemerintah dan banyak lagi yang telah dilakukan, apa yang disebut blitzkrieg ekonomi terhadap Rusia, tentu saja, telah gagal," katanya pada pertemuan pemerintah membahas masalah ekonomi, seperti dilansir RT.com, Sabtu (9/7/2022).

Kendati demikian, bagaimanapun Putin mengakui bahwa pembatasan telah merugikan ekonomi Rusia dan menimbulkan banyak risiko. Putin mendesak guna menanggapi tantangan saat ini terkait dengan sanksi Barat, perusahaan energi Rusia harus bekerja dalam perspektif jangka panjang. 

"Gasifikasi wilayah negara dan diversifikasi ekspor harus menjadi tugas utama pemerintah," tegasnya.

Menurut pemimpin Rusia tersebut, pemerintah juga sudah mempertimbangkan opsi untuk mengembangkan infrastruktur kereta api, laut dan pipa untuk pasokan minyak dan produk minyak Rusia ke negara-negara sahabat, serta infrastruktur transportasi gas untuk meningkatkan pasokan gas ke Asia dan pasar domestik. 

Berbicara tentang situasi ekonomi secara umum, dia menunjukkan bahwa pasar dunia masih kacau karena seruan Barat untuk meninggalkan sumber daya energi Rusia. 

Putin mengingatkan harga minyak Brent yang sempat melonjak menjadi USD130 per barel di tengah kekhawatiran kemungkinan kekurangan, tetapi dalam beberapa hari terakhir turun USD20-30 karena proyeksi perlambatan ekonomi global.

Presiden Rusia mengingatkan peserta rapat bahwa dia telah berulang kali memperingatkan para pemimpin Eropa tentang situasi saat ini di pasar energi global, tetapi tidak ada yang mendengarkan. 

"Mereka memperlakukan peringatan kami dengan sangat meremehkan. Ini persis situasi yang telah kami peringatkan, ini terjadi hari ini," katanya. Putin juga menunjukkan bahwa jika negara-negara Barat melanjutkan kebijakan sanksi mereka, hal itu dapat menyebabkan konsekuensi bencana bagi pasar energi global. 

"Sanksi anti-Rusia menyebabkan lebih banyak kerusakan pada mereka yang memberikannya," tandas Putin. Pada saat yang sama, situasi di pasar energi Rusia stabil meskipun ada sanksi. 

Menurut dia, produksi kondensat migas pada Juni mencapai 10,7 juta barel per hari, meningkat 500.000 barel dibandingkan bulan sebelumnya. 

Secara keseluruhan, produksi minyak Rusia melonjak 3,5% sejak awal tahun. Sementara produksi gas periode Januari-Mei turun tipis hanya 2%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapal Mati Mesin di Perairan Natuna, 3 Nelayan Dievakuasi

Stabil, Cek Harga Emas Antam Hari Ini